Showing posts with label Bahasa. Show all posts
Showing posts with label Bahasa. Show all posts

March 21, 2014

Bahasa Slang Indonesia Popular di Sosmed


Bahasa Slang memang sedang marak beredar bukan hanya di Indonesia, tetapi di berbagai negara. Hal ini mungkin menjadi bagian dari perubahan generasi. Di awali dengan bahasa ALAY sampai sekarang yang dikenal di arena sosial media. Berikut beberapa bahasa slang yang dapay kalian pelajari untuk exist di dunia sosial media. 


Bais : Habis

Cabe-Cabean : Cewek Alay Bahan Ewekan (Awalnya popular di lingkungan Anak Motor)

Caur : Ancur

Fudul : Artinya sama dengan Stalking atau Kepo

Gaje / GJ :  singkatan dari Ga Jelas, Tidak Jelas

G2gtl : Gak gaul gitu lho!

Gape : AhliMahir (Bahasa Betawi)

Gengges : Ganggu

Jones : Singkatan dari Jomblo Ngenes

Kemek : makan

Kemsi : Kemek siang (makan siang)

Kicep : Diem atau Mematung karena malu atau Mati kutu

Kudet : Kurang Update

Mager : Males Gerak

Ngewek: Ngentot, Bersetubuh

Parno : Paranoid

PHP : Pemberi Harapan Palsu

Peres : Palsu, Bohong, Nggak tulus

SaikAsik

Sabi : Bisa, Mantap atau untuk menyatakan sesuatu yang enak (wiiih sabi broh!)

Selfie : Foto diri sendiri (gak ada yang mo fotoin atau foto narsis)

Tongsis : Tongkat Narsis. kalo yang fotoin cowok jadinya Tongbro (Tolong fotoin kita dong bro!)




Dikit-dikit aja ngapalinnya broh... takutnya tar gila..

April 09, 2013

Arti Blurb


photo from www.picturesnob.com



Blurb?

Apa sih arti singkat dari blurb?


Dikutip dari yonaprimadesi.wordpress.com
Blurb selain berfungsi sebagai daya tarik dan persepsi visual dari sebuah buku, juga merupakan bentuk komunikasi visual buku. Dengan adanya blurb, memungkinkan terjadinya komunikasi satu arah antara pengarang dan penerbit dengan pembaca.

Terdapat dua komponen penting yang terdapat pada sampul depan serta sampul belakang sebuah buku. Hal itu menjadi bagian sangat penting guna menarik minat para calon pembaca dan mengundang rasa ingin tau pembaca atas dari buku yang bersangkutan. 

Pada sampul buku biasaya dipaparkan mengenai judul buku, anak judul, penulis, atau penerbit serta tahun terbit atau lebih dikenal dengan impresum buku. Sedangkan pada sampul belakang buku dapat kita temui tulisan – tulisan tentang isi dari buku.

Tulisan pada sampul belakang bisa berupa synopsis buku, biografi pengarang, atau komentar dari beberapa tokoh, baik dari segi isi, gaya bahasa, tampilan ataupun sosok pribadi pengarang. Sampul belakang ini biasa juga disebut dengan wara atau blurb.

LANJUT BACA...







January 08, 2013

Kata Familiar yang Sering Salah #1


Berikut kata- kata Familiar yang Sering Salah dalam penggunaannya.
KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) akan membantu anda.

1. Merubah

Seharusnya ditulis dan diucapkan ‘Mengubah’, karena asal katanya ‘Ubah’ bukan ‘Rubah’, ditambah imbuhan Me- dengan variasi bentuk morfem Meng-.

2. Antri/ Atlit/ Apotik

Sering kita mengucapkan dan menulis kata yang salah. Seharusnya ‘Antre’ bukan ‘Antri’ (lihat tulisan di dalam Bus TransJakarta), Atlet bukan Atlit (karena ‘Atletik’ bukan ‘Atlitik’), dan Apotek bukan Apotik (karena Apoteker bukan Apotiker)

3. Pebruari/ Nopember

Dalam surat-menyurat penggunaan kata Pebruari dan Nopember sering ditemukan dalam penlisan tanggal surat. Padahal, sesuai dengan KBBI IV tahun 2008 yang benar ialah Februari dan November.

4. Karir

Karier bukan Karir. Ini kata serapan dari Bahasa Inggris ‘Career’. Nah, kata ‘Karir’ sering digunakan dalam kolom pencarian kerja dan tulisan di media cetak dan elektronik.

5. Pemukiman

Media cetak dan media elektronik sering menggunakan kata Pemukiman untuk suatu rumah/ daerah/ tempat. Padahal ‘Pemukiman’ asal katanya ‘Mukim’ berarti penduduk tetap, tempat tinggal, kawasan (KBBI IV tahun 2008). ‘Pemukiman’ adalah proses, cara, perbuatan memukimkan. Sementara ‘Permukiman’ ialah daerah tempat bermukim, perihal bermukim.

6. Mencontek, Mensukseskan, Mempengaruhi, Mensiasati (Pelesapan)

Padahal yang benar adalah ‘Menyontek’ karena berasal kata ‘sontek’ sehingga -s pada kata itu menjadi meluluh. Seharusnya ‘Menyukseskan’, ‘Memengaruhi’, dan ‘Menyiasati’ karena peluluhan terjadi disebabkan kata kerja tersebut diawali huruf -s, dan -p (lengkapnya: K, T, S, P) seperti dalam kata ‘memaku’ bukan ‘mempaku’, ‘menaruh’ bukan ‘mentaruh’, ‘menyukai’ bukan ‘mensukai’, dan ‘mengoleksi’ bukan ‘mengkoleksi’.

7. Kronologis

Kronologis merupakan kata sifat. Tetapi kalau ingin bercerita sesuatu tentang suatu rangkaian kejadia cukup dengan kata ‘kronologi’. Seperti dalam ‘Biology’ menjadi ‘Biologi’, ‘Strategy’ menjadi ‘Strategi’ dan mengalami perubahan pelafalan juga.

8. Adalah Merupakan/ Agar Supaya (Pleonasme)

Kita tidak jarang menyebutkan suatu kata yang sama diulang-ulang seperti misalnya, adalah merupakan, agar supaya, prioritas utama, alternatif lain, warga masyarakat, bakal calon dsb.

January 07, 2013

Better atau More Better



Kata yang benar itu Better atau More Better?


Kali ini "Kata Umum" yang terpilih untuk dibagikan disini adalah kata "better". Definisi dari kata better sebenarnya sudah sangat jelas bila diartikan dalam Bahasa Indonesia.  BETTER termasuk "kata sifat" (adjective), Merupakan jenis kata komparative yang biasa atau umum digunakan untuk membandingkan sebuah keadaan/kondisi/kualitas.

Contoh penggunaan beter dan more better dalam kalimat,
Di bawah, ada dua contoh kalimat sederhana yang saya gunakan.
1. "I hope you have a better day"
 dan
2. "I hope you have (a) more better day"

Dari kedua kalimat di atas, kalimat mana yang benar dan layak untuk digunakan dan mengapa?
Pasti diantara pembaca ada yang beranggapan dan memilih kalimat 2 sebagai pilihan kalimat yang dianggap benar. Alasannya, mereka yang memilih kalimat 2 mungkin ingin  menghadirkan atau menghasilkan kesan sebuah kalimat harapan atau hope dengan lebih lagi...

Tapi, apa itu perlu?
Jika pembaca mengerti tentang Irregular Word, "better" merupakan kata yang termasuk di dalamnya. Rangkaiannya adalah good-better-best.
Good= baik, Better= lebih baik, Best= terbaik. Dari sini sudah jelas bahwa "better" telah mengandung arti "lebih baik", maka jika ingin menghasilkan kata yang berarti "lebih baik", anda tidak perlu menggunakan "MORE". Jika hal itu digunakan, akan terjadi penggulangan arti kata dalam sebuah kalimat.

Analisa kecil dari kalimat yang kedua: Secara arti kata saja juga sudah salah apalagi jika kita menengok pada sisi gramatikal, salah besar.
"I hope you have (a) more better day"
Saya berharap anda memperoleh hari yang lebih lebih baik.

Kesimpulannya, (Better atau More Better) Kalimat nomor satu diatas adalah contoh pilihan yang tepat untuk mengeksekusi atau menggunakan kata "better" di dalam sebuah kalimat. Jadi, kita tidak perlu menggunakan kata more better untuk mengekpresikan sesuatu agar menjadi lebih baik, karena dengan kita menggunakan kata better saja sudah cukup untuk menyampaikan dan mengekspresikan sesuatu yang artinya lebih baik. Red. 


Semogga bermanfaat | Insan-Pers.blogspot.com 

InsanPers Blog

Thanks for visiting this blog.
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes